banner 728x250

Andres Wara ;  Tuhan  Merestui

Pijar NTT
banner 120x600

Kupang, PijarNTT

Manusia memiliki rencana terhadap kehidupan   dan masa depannya. Jika direstui oleh pemilik kehidupan  pasti jalan terbuka untuk menggapainya.

Inilah refleksi Andres Wara, calon anggota DPRD Kota Kupang Dapil 4 Kecamatan Alak dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) nomor urut 7. Tahapan awal untuk menjadi salah satu  calon   anggota DPRD Kota Kupang periode 2024-2029 melalui perjuangan yang cukup panjang.

Andre  mengisahkan,  saat awal pendaftaran menjadi calon anggota DPRD Kota Kupang dia harus bermalam di kantor DPC PDIP perjuangan di bilangan Kota Baru Kupang. Rasa gelisah menggelayut dalam relung hati yang paling dalam karena namanya tidak tercantum dalam surat keputusan individu walaupun dalam surat keputusan secara kolektif namanya tertulis indah.

Roh yang menggerakan dirinya untuk berdoa bahkan dalam perjalanan pulang ke rumah dia terus mendaraskan  doa Salam Maria.   “Tidak ada yang menyuruh saya untuk berdoa Salam Maria sepanjang jalan hingga sampai ditempat doa rosario,” ujar ketua Kelompok Umat Basis St. Yoseph pekerja II ini.

Konon katanya,  ketertarikannya terhadap dunia politik  telah lama bertumbuh dalam dirinya. Tahun 2012 dia menjadi kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) . Saat itu dia masih berstatus sebagai mahasiswa sehingga partai PKPI menjadi tempat belajar . Tahun 2019 Andre mencoba mendaftarkan diri menjadi kader PDIP.  Menjadi kader PDIP baginya merupakan sebuah tantangan yang mampu mempertajam visinya dalam mengembangkan   politik  yang bermartabat.

Bagi Andre  motivasinya menjadi calon legislatif ingin menjadi figur yang bermanfaat bagi orang lain. Untuk menjadi sosok yang berguna bagi orang lain tentuya harus memiliki berbagai strategi dan siap menerima konsekuensi   dari sebuah perjuangan. Setiap petarung pasti memiliki target untuk menang dan dengan lapang dada menerima situasi yang sebaliknya.

Andre  menampakan diri ke publik tanpa baliho berjejer dan  stiker terpampang.  Namun bukan itu yang meningkatkan elektabilitas tetapi pendekatan yang menghargai martabat manusia lebih efektif.  “Bila ingin dihargai  maka kita   harus menghargai orang lain,” ujar Andre  sambil menambahkan tidak mau terjerumus dalam politik yang menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan. ** PijarNTT/ Philipus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *