banner 728x250

   Jangan Pilih Calon yang Langgar Aturan Pasang APK

Pijar NTT
banner 120x600

Kupang, PijarNTT

Masyarakat diharapkan tidak memilih calon legislatif, DPD dan Presiden yang melanggar peraturan pemasangan alat kampanye berupa baliho.    Di  Kecamatan Alak , Kota Kupang    pemasangan    baliho pada pohon   dinilai melanggar ketentuan  pasal 70 dan 71 UU Nomor 7 tahun 2017  tentang penempatan alat peraga kampanye.

Sebagaimana pantauan PijarNTT pada Minggu (14/1)    beberapa baliho para caleg dipasang  pada pohon yang berada di sisi kiri dan kanan jalan . Pada ruas jalan belakang Dinas Kebersihan Kota Kupang tiga  baliho atas nama dr. Cristian Widodo (caleg PSI ) dan 1 baliho atas nama Sity Muryati (caleg Partai Buruh) dan satu baliho calon DPR RI, Gavriel Novanto dipaku langsung pada pohon kedondong.

Semakin ramai para caleg memanfaatkan pepohonan untuk memasang baliho  pada   jalur jalan dari kantor camat Alak  menuju   Angkatan Laut. Beberapa baliho yang dipaku  pada pohon antara lain milik Siti Muryati (caleg Partai Buruh) caleg PKB, calon anggota DPD atas nama Sara Lery Mboeik, Caleg DPR RI, Gavriel Novanto, Caleg PSI, dr. Cristian Widodo, Caleg Perindo,  Julia Stevanny   E. Blegur.

 

Sedangkan baliho  Calon Presiden, Ganjar Pranowo dipasang pada pohon jati di jalur jalan Yos Sudarso, Kelurahan Namosan. Pada ruas jalan yang mengubungkan kecamatan Alak dengan Kota Raja  terdapat 1 baliho atas nama Ir. Petrus Christian Mboeik caleg partai Nasdem   dipasang pada pohon kedondong tepatnya di dekat  gedung Sekiolah Tinggi Ilmu Teologi di wilayah Keurahan Penkas Oeleta, Kecamatan Alak

 

Menanggapi pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye tersebut, ketua RT 08  Kelurahan Penkase Oeleta, Apolo Pau menyayangkan perilaku calon legislatif yang melanggar peraturan pemasangan alat peraga kampanye. Calon legislatif, DPD dan Presiden   yang memasang pada pohon tidak pantas untuk dipilih.

Apolo Pau, Ketua Ketua RT 08 Kelurahan Penkase -Oeleta

Dia menilai  calon legisliatif , DPD dan Presiden yang memasang baliho pada pohon dikategorikan sebagai calon yang tidak memiliki kemampuan intelektual karena tidak memahami peraturan tentang pemilihan umum.  “Jika mereka memahami peraturan tentu bisa menjelaskan kepada tim suksesnya peraturan tentang pemasangan baliho yang benar sesuai aturan, “ujar Pau.

Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior Adichandra Nange yang dihubungi via telpon  mengaku masih banyak para calon yang memasang baliho melanggar peraturan. Pihaknya seringkali menghimbau para calon legislatif, DPD dan tim sukses calon Presiden untuk mematuhi peraturan tentang pemasangan baliho.  Pihaknya bekerjasama dengan pemerintah Kota Kupang beberapa kali melakukan tindakan pencopotan baliho yang dipasang tidak sesuatu aturan.

“Kami sekarang sedang melakukan koordinasi dengan pemerintah akan melakukan penertiban balihho yang tidak sesuai aturan,” ujar Adi .(Pijar/ Philipus)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *