banner 728x250

Puluhan Siswa SMP Negeri 14 Kota Kupang Belum Lancar Membaca

Pijar NTT
banner 120x600

  Kupang, Pijar NTT

Membaca adalah jendela pengetahuan. Pepatah ini tidak berlaku bagi puluhan siswa SMP Negeri 14 yang belum lancar membaca.   Hingga akhir semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 20 orang    dari 80 orang pada awal semester ganjil  hanya mampu mengeja.

Adalah  PLT Kepala Sekolah SMP Negeri 14 Kota Kupang, Darmawati Karabi, S.Pd mengemukakan hal tersebut saat acara penerimaan hasil pembelajaran semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 di halaman SMP Negeri 14 Kota Kupang, Jumat (15/12/2023).

Darmawati Karabi, S.Pd, PLT Kepsek SMP negeri 14 Kota Kupang

Karabi mendeskripsikan kondisi siswa  yang belum lancar membaca antara lain hanya tahu mengeja,  ada lagi yang saat didampingi guru lancar membaca tetapi ketika tidak didampingi kembali ke kondisi awal.  Awal tahun ajaran 2023/2024 jumlahnya mencapai 80 orang sedangkan hingga kini jumlahnya  mengalami penurunan hanya berjumlah 20 orang dari 848 jumlah siswa SMP Negeri 14 Kota Kupang

Diakuinya berbagai  upaya telah dilakukan oleh pihak sekolah dalam membimbing siswa yang belum lancar membaca. Guru-guru membimbing secara individual, libatkan mahasiswa yang sedang praktek kampus mengajar hingga memanggil orangtua untuk mencari solusi bersama. “Anehnya dari 20 orangtua yang diundang untuk mendiskusikan persoalan itu hanya 8 orang yang hadir,”ujarnya sambil mengaku heran juga dengan sikap orangtua yang tidak peduli dengan anaknya.

Orantua siswa yang hendak menerima laporan pendidikan pada pada Jumat, 15 /12/2023. Foto ; Lipus

Masalah   siswa yang belum lancar membaca tidak menjadi batu sandungan  bagi siswa yang lain dalam mengukir prestasi.  Prestasi yang diraih oleh SMP negeri 14 antara lian  juara 1 lomba pramuka tingkat Kwarda, juara I lomba kreasi PBB tingkat Propinsi Nusa Tenggara Timur, Juara 3 lomba   lari 800 meter putra . Selain   itu, menduduki   peringkat  11 debat Bahasa Inggris yang diikuti oleh  33 peserta . Juara I  taekwondo  Bagi para pendidik juga tak kalah hebatnya yakni  juara 1 lomba makan krupuk dan juara 1 tarik tambang antar sekolah di Kota Kupang

Kurikulum  Merdeka Belajar

Wakasek kurikulum,  Frans Beki Kelen menjelaskan sistem pembelajaran di SMP Negeri 14 menggunakan kurikulum merdeka belajar dan K13. Kelas 9 katanya masih menggunakan kurikulum  K 13 sedangkan kelas 7 dan 8 menggunakan kurikulum merdeka belajar.

Kelen mengharapkan dukungan orangtua siswa dalam kegiatan pembelajaran karena pada kurikulum merdeka belajar ada kegiatan penilaiain terhadap   proyek penguatan profil pelajar pancasila atau yang lebih dikenal P5.  “Ada berbagai rencana pelaksanaan P5 yang dirancang oleh sekolah dan membutuhkan dukungan dari orangtua agar peserta didik mengikuti pembelajaran P5 tersebut,” ujarnya.  PijarNTT/ Lipus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *