banner 728x250

Tiga  Syarat Utama   Lulus Ujian Akhir

banner 120x600

Kupang, PijarNTT

Ujian akhir untuk siswa kelas XII Sekolah Lanjutan Tingkat Atas akan dilaksanakan pada 15 sampai 25 April 2024 . Sekolah menetapkan kelulusan berdasarkan   aspek   psikomotorik, afektif dan kognitif.

Demikian  simpulan dari   wawancara beberapa sekolah menengah atas di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Rabu (21/2/2024)  . Kepala sekolah SMA Negeri 12 Kota Kupang, Yusak D.A Suni ketika ditemui di ruang kerjanya menjelaskan   ada dua kriteria kelulusan siswa kelas XII adalah mengikuti   kegiatan pembelajaran sejak semester 1 sampai 6. Selain itu kriteria lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah sikap dan perilaku siswa selama berada di lingkungan sekolah dan juga di luar lingkungan sekolah.  Dilingkungan sekolah katanya   anak yang sering mengikuti kegiatan kerja bakti, dan tidak bolos dan perilaku negatif lainnya menjadi dasar penilaian.

Siswa kelas XII SMA Negeri 12 Kota Kupang

Dalam kehidupan bermasyarakat juga anak-anak yang sering ikut kegiatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan akan mendapatkan penilaian baik oleh sekolah. “Kami harapkan masyarakat melaporkan bila ada anak-anak sekolah yang mengikuti berbagai kegiatan bersama dengan masyarakat,” ujar Suni

Dari sisi kognitif lanjut Suni kelulusan ditetapkan apabila ssiwa mencamapi nilai 75  pada setiap mata pelajaran. Nilai tersebut merupakan akumulasi dari nilai pada semester 5 dan 6 .  “Tahun sebelumnya kami menetapkan standar 70 tetapi tahun ini diubah menjadi 75,” pinta   Suni.

 

Senada dengan Suni, Kepala SMA Negeri 1 Fatululi, Ambros Pan, S.Pd mengatakan kendati ujian dan penentuan kelulusan menjadi kewenangan sekolah tidak menjamin prosentase 100 persen.   Ambros mengaku sekolah bertanggungjawab atas kualitas lulusan sehingga kriteria kelulusan dari  sisi afektif, psikomotorik dan kognitif harus dipertegas. “ Kalau ada siswa yang perilakunya buruk walaupun nilainya bagus layak dipertimbangkan oleh sekolah,” ujar Ambros seraya menambahkan tahun ajaran sebelumya ada sekitar 6 orang siswa kelas XII SMA Negeri I Fatuleu yang tidak lulus.

Ambros Pan Kepsek SMAN I Fatuleu

Dampak dari adanya siswa yang tidak lulus pada tahun ajaran 2022/2023 Ambros mengaku diminta pertanggungjawaban oleh berbagai pihak. Tetapi dia bersama dewan guru SMA Negeri 1 Fatuleu tetap teguh pada keputusan lembaga atas nasib 6 siswa yang tidak lulus.

Ambros menambahkan antara sikap dan aspek kognitif tentunya memiliki korelasi yang erat kaitanya. Tahun ini kriteria kelulusan dari sisi aspek kognitif ditetapkan apabila nilai mencapai 70 untuk setiap mata pelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan   Provinsi Nusa Tenggara Timur  melalui Kabid  Dikmen, Ayub Sanam menjelaskan tahun ini memang ujian akhir menjadi kewenangan sekolah. Belakangan ini ujian nasional ditiadakan sejak berlakunya asesment nasional .  Penerapan asesemnet nasional untuk mengetahui mutu sehingga intervensi program dapat dilakukan untuk meningkatkan  mutu satuan pendidikan.

Dinas pendidikan menurut   Sanam, mengharapkan sekolah mengetahui persis tentang kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan setiap peserta didik. Disinilah keunggulan ujian sekolah karena para guru   menyusun soal yang sesuai dengan kondisi lingkungan  dan peserta didik.

“Bentuk soalnya tergantung sekolah,  ada portofolio, esey  dan lain sebagianya,” ujar Sanam

Lebih lanjut  Sanam menjelaskan tentang  8 standar pendidikan. Menurut dia bahwa antara standar yang satu dengan yang lain saling mendukung . Standar pembiayaan belum tentu berjalan sendiri kalau tanpa kompetensi guru yang memadai.

“Dinas Pendidikan mengharapkan sekolah memiliki pemahaman yang baik tentang   multi   kompetensi bagi setiap peserta didik yang berada di sekolah,”  pinta Sanam sambil menambahkan bahwa tiap manusia itu memiliki perbedaan dari sisi bakat dan kemampuannya.*** PijarNTT/ Philipus

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *