banner 728x250

Yafet Jeferson Horo;  Aktualisasi Diri Memperluas Jangkauan Pelayanan

Pijar NTT
banner 120x600

Kupang, Pijar NTT

Masa lalu dalam kehidupan seseorang memberikan pelajaran berarti bagi nilai suatu moral  . Mengalami kehidupan   yang sulit jika sukses akan menumbuhkan sikap kepedulian kepada sesama  yang membutuhkan pertolongan.

Sabtu ( 14/1/2024) mendung menggelayut menghiasi angkasa di wilayah Kecamatan Alak. Sekelompok orang sedang   memegang  tali yang diikatkan pada sebuah pohon. Pohon tersebut sedang dipotong dengan menggunakan  sensor.  Agak kejauhan sekitar 20 meter dari lokasi penebangan  pohon  berdirilah sosok Yafet Jeferson Horo.  Bercelana pendek dan mengenakan baju kaus oblong yang  jauh dari kesan mewah.   Yafet adalah seorang pebisnis yang tumbuh dan berkembang ibarat menapaki tangga secara bertahap.  Beberapa bulan belakangan ini Yafet mewujudkan kepercayaan  partai Golkar untuk menjadi calon anggota legislatif DPRD Kota Kupang dari dapil Kecamatan Alak.  Hampir tiga kali ketua DPD II Partai Golkar Kota Kupang, Jonas Salean, SH menawarkan dirinya untuk menjadi calon anggota DPRD Kota Kupang.

“Kali yang ketiga pak Yonas meminta untuk maju menjadi calon anggota DPRD Kota Kupang saat kegiatan di Gereja Jemaat Syalom Airnona,”kisah Yafet ayah dari 4 orang anak ini.

Setelah menerima tawaran yang ketiga tersebut lanjutnya,  dia meyakinkan istrinya bahwa lembaga DPRD Kota Kupang sesungguhnya menjadi wadah perwujudan kepedulian kepada kesejahteraan masyarakat yang lebih luas. “Saya bukan politikus  saya pebisnis tetapi ketika kurenungkan rupanya lewat jalur tersebut kepedulian untuk membantu sesama manusia semakin luas dikerjakan,” kata Yafet sambil menambahkan sebelumnya berbagai bantuan dia kucurkan untuk berbagai lembaga agama di Kota Kupang.  .

Bukan hanya bantuan untuk institusi agama tetapi dia mengakui bahwa pernah melakukan bedah rumah seorang warga di Kelurahan Naioni . Kegiatan sosial yang dilakukannya jauh sebelum memutuskan untuk maju menjadi calon anggota DPRD Kota Kupang.   “Imanku mengajarkan tentang perpuluhan sehingga saya tahu bhawa  dari sepuluh ribu yang kuterima, Rp. 1000 adalah milik orang lain yang wajib dia peroleh,” imbuh Yafet yang menempati nomor urut 4 dari partai Golkar untuk Dapil Kecamatan Alak.

Konon, Yafet  berkisah tentang masa lalunya yang membentuknya menjadi seorang pekerja keras dan ulet. Ia dibesarkan   oleh seorang ibu setelah ayahnya meninggal dunia saat dia berusia 13 tahun. Dia menempuh pendidikan menengah pada sekolah Teknik Menengah ( sekarang SMKN 2) Kupang untuk menunjukkan kepada ibunya bahwa harus memiliki bekal pengetahuan untuk kehidupan dimasa yang akan datang.

Tahun 1996 sampai 2004 ia bekerja sebagai sopir angkutan kota.  “Pendapatan sesungguhnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup  keluarga,” ujar Yafet sambil menambahkan pekerjaan sebagai pengemudi angkutan kota hanya menjadi batu loncatan untuk membangun relasi dengan pihak lain.

Tahun 2004 sampai 2014 dia berpindah bekerja sebagai pengemudi pada perusahaan ekspedisi. Kesempatan ini memberikan dia ruang untuk belajar tentang kiat-kiat mengelola sebuah perusahaan dan melakukan negosiasi dengan para relasi. “Selain sebagai karyawan saya mengamati strategi dalam mengelola sebuah perusahaan,” ujar Yafet ayah dari 4 orang anak ini.

Kini Yafet tergolong sukses pada bisnisnya tetapi  mamanya hanya meniliknya dari kejauhan karena telah bahagia bersama penciptanya.  “Kalaupun   tidak lolos menjadi anggota DPRD Kota Kupang pada Pemilu 14 Pebruari mendatang,   tidak  menyurutkan kepedulian saya kepada sesama yang membutuhkan pertolongan,” pinta Yafet yang genap berusia 53 tahun pada 24 januari mendatang. Di akuinya   menjadi anggota DPRD Kota Kupang untuk mengaktualisasi diri bukan mencari pekerjaan.   PijarNTT/  Philipus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *